AKHIRNYA FERRY ROTINSULU KEMBALI MERUMPUT SETELAH TIDAK JADI OPERASI

ferry
PALEMBANG-DONDON
Akhirnya Sriwijaya FC, team kebanggaan kita bisa tenang dan lega setelah akhirnya Kiper Utama Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu tidak jadi operasi dari cedera Ligamennya. Dan hari Jum’at malam tanggal 20 Maret 2009 Ferry terlihat sehat bersama ceweknya turun dari mobil bernomor polisi BG 12 FR kesebuah rumah makan sate kambing Supardi dikawasan Jln.Rajawali Palembang.

Menurut Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kesimpulan ini didapat setelah Ferry melakukan tes MRI di Singapura. Dari data yang diperoleh, Ferry hanya dianjurkan untuk menjalani fisioterapi saja. Kesimpulan ini berbeda dengan kesimpulan saat Ferry melakukan tes di Indonesia.

“Ini tentu kabar baik bagi kami. Ferry tidak perlu menjalani operasi. Dia juga sudah bisa tampil meski masih harus menjalani terapi untuk memulihkan cederanya,” kata Rahmad Kamis, 19 Maret 2009. Baca lebih lanjut

MARTABAT SRIWIJAYA FC DILIGA ASIA DAN FENOMENA LCA

PALEMBANG-DONDON
Sebuah Fenomena yang terjadi ditubuh Sriwijaya FC, sebuah team sepakbola yang cukup muda dapat tampil di Liga Champion Asia (LCA) adalah hal langka. Karena team yang bercokol di LCA merupakan team-team yang sudah terbentuk lama dan sudah matang. Dapata dikatakan wajar jika keadaan terpuruk yang menempa team SFC dilaga LCA. Selain faktor kondisi persepakbolaan di Indonesia jalan ditempat, faktor pengalaman juga sedikit mempengaruhi.
Meski terpuruk, namun Sriwijaya FC bertekad untuk tetap tampil musim 2010 mendatang. Syaratnya, Tim berjuluk Laskar Wong Kito harus menjadi juara Djarum Indonesia Super League (DISL) 2008/2009.
Namun, persaingan jelas berat. Sebab, tim asuhan Rahmad Darmawan harus bersaing dengan Persipura Jayapura. Apalagi, Mutiara Hitam-julukan Persipura, makin konsisten di puncak capolista.
“Paling tidak kami harus menjaga kans di dua besar musim ini. Itu sudah cukup untuk tetap berkiprah di LCA 2010,” ungkap direktur teknis dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin, kemarin (19/3). Baca lebih lanjut

DUKA SRIWIJAYA FC VS SHANDONG

VIVAnews – Sriwijaya FC tak berkutik di hadapan Shandong Luneng. Pada lanjutan babak penyisihan Grup F Liga Champions Asia (LCA) 2009 Laskar Wong Kito keok 0-5 dari tuan rumah.

Bertanding di kandang Shandong, Stadion Shandong Sports, China, Selasa, 17 Maret 2009, SFC sudah kebobolan tiga gol di babak pertama. Masing-masing lewat gol yang dicetak oleh Li Jinyu (15′), Han Peng (20′), dan Li Jinyu (25′).

Di babak kedua, Shandong kembali menambah keunggulannya menjadi 5-0. Dua gol ini diborong Miljan Mrdakovi? menit ke-79′ dan 83′. Ini menjadi kekalahan kedua bagi SFC. Sebelumnya pasukan Rahmad Darmawan keok dengan skor 2-4 di tangan Seoul FC. Baca lebih lanjut

HASIL SRIWIJAYA FC VERSUS SHANDONG LUNENG

PALEMBANG-DONDON… PUKUL 16.20 WIB

SRIWIJAYA FC yang bertandang ke tuan rumah Shandong Luneng akhirnya menyerah telak 5 – 0. News ini ditulis 1 detik setelah peluit panjang wasit yang mengakhiri pertandingan.
Memang skor ini sangat mengecewakan. tetapi SFC masih ada peluang-peluang gol ke sarang gawang Shandong.
Semoga hasil ini bisa menjadi pelajaran bagi Rahmad untuk menghadapi Gamba Osaka tanggal 8 April 2009 Nanti…

Salam SFC1

ANTISIPASI KRISIS KIPER SRIWIJAYA FC

PALEMBANG-DONDON
Tiga nama telah dikantongi kubu SFC untuk menutup krisis penjaga gawang ini. Fauzi Toldo (Pelita Jaya), Ahmad Nurosadi (Deltras Sidoarjo), dan terakhir satu kiper asing asal Thailand yang pernah merumput bersama Persib Bandung beberapa musim lalu, Kosin Harattanaikol.

Dari tiga nama tersebut, seperti diberitakan Rasyid Irfandi dari GOSport, Fauzi dipastikan akan berbaju SFC. Pasalnya, Rabu 11 Maret 2009, Fauzi sudah merapat ke sekretariat SFC di Palembang untuk membereskan berkas dan membubuhkan tanda tangan. Ia akan segera didaftarkan ke BLI dan AFC. Baca lebih lanjut

KISAH NYATA SRIWIJAYA FC VS FC SEOUL LANGSUNG DARI STADION JAKABARING

logo lca
PALEMBANG-DONDON

Tidak sia-sia gue beli tiket mahal-mahal, susah cari parkir dan ngantri dengan sesak untuk masuk stadion agar bisa nonton team kebanggaan gue Sriwijaya FC melawan FC Seoul dari Korsel. Meskipun team Sriwijaya FC kalah tapi gue puas melihat permainan Zah Rahan dan kawan-kawan. Apalagi liat Kayamba yang bertipe pekerja keras. Kereenn…
Krisis kiper memang menjadi biang kekalahan. Dede yang masih bermasalah dengan confidence dan engkel kakinya harus tetap diturunkan karena di lima menit pertama Afriyanto mengalami patah kaki (patah tebu kata Koran). Yang akhirnya mau tidak-mau Dede harus dimainkan.
Sampai kemenit 31’ SFC masih bisa menahan imbang skor tanpa gol, dan akhirnya pemain FC Seoul yakni Fun Jo Gook dengan gagahnya bisa membobol sarang golnya SFC. Penonton pun terbelalak diam, sesekali gue mendengar sayup-sayup teriakan orang yang menyalahkan dan menghujat Dede karena kebobolan pertama itu. Tidak lama itu istirahat babak pertama.
Gue yang duduk diTribun Barat Atas seharga Rp. 40.000,- melihat sekeliling saat istirahat berlangsung, supporter-supporter yang tadinya ramai, tidak kebagian tempat duduk tiba-tiba sepi karena banyak yang keluar stadion. Sambil menenangkan kecemasan hati akan skor akhir yang akan dialami SFC, gue buka makanan ringan yang gue beli saat akan pergi ke stadion dan mendengarkan Lagu Bon Jovi yang diperdengarkan di Stadion. Dan satu lagi ada yang lucu live dari stadion yaitu ada anjing masuk lapangan sepakbola saat waktu istirahat sedang berlangsung sehingga panitia sibuk mengeluarkan anjing. Lucu, ironis sekali lapangan Internasional jakabaring kok bisa kemasukan anjing…:) Baca lebih lanjut

LCA : SUPPOTER TERIKAT ATURAN KETAT

PALEMBANG-DONDON
Manajemen Sriwijaya FC (SFC) menetapkan bahwa supoter yang mendukung langsung SFC di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, akan dikenakan beberapa ketentuan. Regulasi ini merupakan aturan yang harus ditaati sehubungan dengan keikutsertaan SFC di ajang Liga Champion Asia (LCA) 2009.

Di LCA 2009, Sriwijaya FC tergabung di grup F bersama, Gamba Osaka (Jepang), FC Seol (Korea Selatan), dan Shandong Luneng (China). Debut Laskar Wong Kito di even ini akan menjamu tim asal Korea Selatan, Soul FC di Stadion Jakabaring, Palembang, 10 Maret 2009.

Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) selaku induk organisasi penyelenggara LCA 2009 memberikan beberapa aturan bagi para suporter yang ingin menyaksikan jalannya pertandingan. Panduan itu berlaku bagi peserta LCA yang saat menggelar pertandingan kandang. Baca lebih lanjut