RAHMAD KECEWA BERAT, SRIWIJAYA FC KALAH

rahmaddarmawan
PALEMBANG-DONDON
SRIWIJAYA FC kembali membuat sejarah. Sebuah fenomena yang sedang berada di tubuh SFC, mantan Double Winner 2008 yang lalu. Sejarah yang dibuat bukan seperti mantan Juara, tetapi sejarah yang menyakitkan para suppoter, bukan sejarah bagus. Tapi buruk. Yaitu selalu meremehkan lawan alias jumawa. Itulah yang terjadi, saat Laskar Wong Kito-julukan SFC, dikalahkan Semen Padang 0-2 (0-0).
Memicingkan sebelah mata pada Kabau Sirah-julukan Semen Padang, ditenggarai menjadi salah satu penyebabnya. Selain minim ujicoba. “Jujur, saya sama sekali tidak melihat Sriwijaya FC sesungguhnya. Anak-anak bermain sangat…sangat jelek,” ungkap coach SFC Rahmad Darmawan.
Pelatih 42 tahun mulai was-was. Dirinya khawatir, pil pahit ini terulang pada laga sesungguhnya. Baik di Indonesia Super League (ISL). Maupun Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) IV. Liga Champion Asia (LCA), SFC mungkin harus tahu diri. “Padahal, uji coba adalah ukuran laga sesungguhnya. Semoga ini tak terjadi lawan Pelita Jaya (31/1) dan laga lainnya,” lanjut asisten pelatih timnas piala Tiger 2004.
Tapi, semua memang harus tahu. SFC menyambut putaran II ISL, dengan status tim paling miskin ujicoba. Sebelum lawan Semen Padang, SFC hanya bisa mengasah skill dengan Persita Tangerang, 26 Desember 2008 lalu di stadion Benteng, Tangerang.
Hasilnya, sesuai prediksi kalah 1-2. Sisanya, hanya mencucurkan sedikit keringat dengan tim dari kasta “abal-abal”. Yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Termasuk “latihan bareng” Pengcab PS Palembang. Hasilnya, jelas SFC menang.
Problem internal (terutama molornya gaji beberapa bulan di musim 2008 lalu), juga menjadi pemicuh kendornya fighting spirit tim double winners. Termasuk kurang kompletnya skuadra SFC. Yaitu minus 4 pemain kunci, Isnan Ali, Ferry Rotinsulu, Charis Yulianto, dan Budi Sudarsono yang masih memperkuat tmnas.
“Kami terlambat menggelar ujicoba. Seharusnya, paling tidak ada 3 kali uji coba. Tapi, sudahlah. Mari semua bekerja sama. Buatlah anak-anak merasa enjoy melanjutkan ISL, Copa, dan LCA, ” pungkas Rahmad sedikit berfilsafat.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s