KETIKA CEK RAHMAD DARMAWAN MARAH ????

rahmaddarmawan
PALEMBANG,DONDON.–

Tulisan ini disadur dari salah satu harian pagi yang beredar diPalembang. Dimana RD menanamkan motivasi kepada LAskar Wong Kito akan sikap malu ketika Sriwijaya FC yang mulai disegani dengan Double Winner nya malah berada dipapan bawah Klasemen.
Sebelum bertanding, hanya dua kalimat yang diucapkannya pada skuadra Laskar Wong Kito. Apa itu ? “Kok tim double winners melorot ke papan bawah. Apa kalian tidak punya rasa malu lagi?” ucap Rahmad Darmawan kepada Ferry Rotinsulu dkk.
Maklum, pelatih asal Metro, Lampung ini benar-benar pusing tujuh keliling. Meski kelihatan tenang, namun tak urung hati Rahmad dibuat mencak-mencak dengan tampilan “melankolis” para anak asuhnya.
Lima kali SFC melakoni laga, hasilnya justru terlempar ke papan bawah. Apalagi misi kampanye Laskar Wong Kito di Indonesia Super League (ISL) 2008/2009 ini adalah pertahankan juara. “Dengan kalimat itu, anak-anak sepertinya mulai panas. Setidaknya, mereka juga mesti punya tanggung jawab untuk mempertahankan reputasi tim ini,” ungkap pelatih 41 tahun.
Kini, kalimat tersebut mulai menjadi ikrar. Bahkan, pelatih berlatar militer ini akan mangucapkannya di setiap laga SFC. Tak perduli home atau away. Apalagi musim ini, SFC sempat menelan hasil buruk di kandang. Masing-masing imbang 2-2 lawan Persipura (12/7). Serta kalah 1-2 dari Persija (10/8). Akibatnya, jangankan masuk zona Big Four (empat teratas), sekadang bertengger di papan atas pun, SFC belum mampu.
“Kalau bermain dengan rasa malu, kan apresiasi rasanya sangat pantas untuk diberikan pada anak-anak. Citra tim ini harus dijaga,” sambungnya.
Rahmad sendiri mengakui sangat malu dengan dua kekalahan beruntun yang dialami SFC. Terakhir, tim ini dikalahkan PKT Bontang 1-2, di Stadion Mulawarman, Bontang, Jumat 15 Agustus lalu.
Apalagi Januari 2009 mendatang, Laskar Wong Kito akan mewakili Indonesia di Liga champion Asia. Tentu sangat malu, kalau SFC mengakhiri ISL 2008/2009 dengan embel-embel tim papan bawah. “Saya pikir anak-anak mulai sadar. Mereka sudah menemukan bentuk permainan mereka seperti 2007 lalu. Mudah-mudahan ini terus berlanjut hingga usai ISL,” pungkas Rahmad.

SFC1

Sumber : sumeks

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s