PIALA JALAN-JALAN DIKOTA PALEMBANG

z-piala-copa-sudirman-3.jpg
PALEMBANG – Luar biasa antusias warga Kota Palembang dan sekitarnya terhadap Piala Presiden, sebuah piala yang merupakan pundi-pundi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina), hasil prestasi tim kebanggaan Sriwijaya FC (SFC). Warga berdesak-desakan di pinggir-pinggir jalan, kendaraan macet total karena ingin menyaksikan piala yang diarak keliling kota oleh Ketua Umum SFC Ir Syahrial Oesman, pelatih Rahmad Darmawan bersama skuad, dan pengurus SFC lainnya. Diketahui, SFC meraih puncak merebut juara Liga Djarum Indonesia XIII, usai melibas PSMS Medan dalam final, yang digelar di Stadion Jalak Harupat Bandung dengan skor 3-1, Minggu (10/2). Sebelumnya tim ini juga meraih Piala Copa Indonesia III. Dua buah lambang supremasi tertinggi sepak bola Indonesia inilah yang membuat warga begitu takjub dan antusias menyambut prestasi, yang menurut Ketua Umum Sriwijaya SFC Syahrial Oesman, menjadi milik Sumsel.

”Hari ini (kemarin, red) sesuai dengan janji, kita berhasil mengawinkan dua piala sebagai lambang prestasi tertinggi di persepakbolaan Indonesia. Saya mohon maaf rute lebih pendek dan tidak seperti Copa lalu, karena keterbatasan waktu. Tapi itu tidak mengurangi pesta kita, di Kota Palembang yang menjadi kota juara ini,” ungkap Ketum SFC, Ir H Syahrial Oesman MM, kemarin.
Namun jangan khawatir untuk lokasi yang belum disambangi pahlawan sepak bola Sumsel. Hari ini, mulai pukul 14.00 WIB, arak-arakan kembali digelar dengan mengambil rute, start dari Griya Agung, Jl Basuki Rahmat, Jl R Sukamto, Jl MP Mangku Negara, Jl Residen H Abdul Rozak, Jl M Isa, Jl Veteran, Jl Sudirman, Jl Ampera, Jl A Yani, Jl DI Panjaitan, Jl Kapt Abdullah, Simpang Sungai Pinang, Jembatan Sungai Buayo, Jl KI Merogan, Jl KH Hasyim Azhari, Jl Mayjend Ryacudu dan finis di Jakabaring.
Pada arak-arakan kemarin sebenarnya ada dua piala, yang menjadi sejarah tertinggi persepakbolaan Indonesia. Piala Presiden, sebuah piala yang diperebutkan di komptesi Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina), yang baru datang bersama tim SFC dengan pesawat Garuda Indonesia (GIA 116) pukul 14.30 WIB. Kedua, Piala Copa yang sudah pernah diarak keliling kota, kemudian piala tersebut kembali diarak lagi.
Ketum SFC yang juga Gubernur Ir Syahrial Oesman, unsur muspida Pemprov Sumsel, dan sejumlah suporter yang ikut menyambut, langsung memberikan ucapan selamat kepada Laskar Wong Kito. Tidak ketinggalan, gadis-gadis cantik Putri Sumsel yang memakaikan tanjak khas Bumi Sriwijaya di setiap kepala tim besutan Rahmad Darmawan.
Ternyata, warga yang datang tak hanya dari Palembang saja. Dari Banyuasin, Prabumulih dan sekitarnya. ’’Meski akan diarak juga ke daerah. Kami belum puas kalau belum lihat yang pertama,’’ kata Rustam, warga Pangkalan Balai.
Berdasarkan pengamatan koran ini, di ruangan VVIP, Piala Copa yang diraih 13 Januari lalu, sudah ”menunggu” di atas meja. Nah, pada saat Piala Presiden masuk dan disandingkan, para tamu tidak terkecuali pejabat, suporter termasuk wartawan berpose bersama dua piala tersebut. Kesempatan bertemu pemain juga dimanfaatkan dengan foto bersama.
“Ini sejarah, jadi jangan sampai terlewatkan. Belum tentu musim depan ataupun berikutnya bisa sukses seperti ini,” tukas Rocha Derivatif, anggota suporter yang turut menyambut kedatangan Zah Rahan dkk.
Usai menyambut kedatangan tim SFC, selanjutnya Piala Liga beserta Copa diarak dengan menggunakan mobil off road yang bertulisan Double Winner. Ketum Syahrial Oesman, Ketua Harian Bakti Setiawan, pelatih Rahmad Darmawan, bek Charis Yulianto, dan kiper Ferry Rotinsulu berada dalam mobil, mendampingi dua piala bergilir tersebut. Sedangkan piala tetap di mobil belakang, yang ditemani Isnan Ali dan Toni Sucipto. Sementara pemain lain, menumpang mobil trailer yang disiapkan dengan desain terbuka seperti arak-arakan Copa lalu.
Kemeriahan diawali ketika publik sepak bola Palembang terutama suporter yang kurang lebih terdiri dari 1.000 motor, tidak diduga sudah mengantre sepanjang area bandara. Alhasil, keikutsertaan kelompok suporter tersebut membuat jalanan macet. Pantauan koran ini, kemacetan terjadi akibat penumpukan kendaraan tersebut, melebihi arak-arakan Copa lalu, dan berjarak sepanjang sekitar 10 kilometer.
Suasana tambah meriah, dengan kehadiran sekitar 2.000 suporter. Sepanjang jalan mereka berteriak membawakan yel-yel pembangkit semangat khas SFC. Itu juga yang membuat warga sekitar jalan yang dilalui, yaitu Jl Tanjung Api-Api, Jl Kol H Barlian dan Jl Sudirman sangat antusias. Warga yang penasaran dan sangat ingin melihat dua piala bersejarah tersebut berbaris, bahkan meluber ke tengah jalan hanya untuk melihat lambang supremasi tertinggi itu, menyapa Gubernur dan menyentuh tangan punggawa SFC.
Kepuasan pun didapat, karena antusiaisme warga dibalas lambaian tangan seluruh pemain dan Ketum Syahrial Oesman. “Selamat datang pahlawan. Kami tidak akan melupakanmu. Hidup Sriwijaya FC, hidup..,” teriak warga yang berbaris di Jl Kol H Barlian.
Bahkan, mereka ada yang menerobos sela-sela kendaraan pengiring hanya ingin memegang piala. Setelah memegang, mereka berjingkrak-jingkrak kepada teman-temannya sambil kegirangan, dan salam tos kepada teman-temannya. ’’Ya, saya sudah pegang piala, uah,’’ ujar siswa SMPN 40 ini.
Setelah merayap di Jl Kol H Barlian, Jenderal Sudirman simpang Charitas, Jl Kapten A Rivai, arak-arakan diakhiri di lapangan parkir Bumi Sriwijaya. Setibanya di lokasi itu, yang memang dipersiapkan sebagai puncak acara, ribuan suporter dan masyarakat yang bergabung telah menunggu untuk menyambut kedatangan Laskar Wong Kito. Dan tentunya Piala Presiden dan Copa Indonesia yang dibawa, sebagai supremasi tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.
Jadi sebagian warga lain yang belum dilewati merasa kecewa. Namun, Gubernur Sumsel kembali meminta maaf karena waktu dan teknis akhirnya piala tersebut belum diarak sesuai jadwal. ’’Saya mengerti warga ada yang kecewa. Tapi tolong dipahami,’’ ujarnya. Makanya dia beserta rombongan yang ada berjanji hari ini akan kembali mengarak piala tersebut.
Laskar Sriwijaya terlihat sangat senang dan tidak menyangka akan disambut dengan antusias. “Sangat luar biasa. Saya ucapkan terima kasih atas apresiasi pencinta SFC yang hadir. Ini berkat dukungan dari semua dan juga anugerah dari Allah SWT,” ungkap Ketua Harian Ir Bakti Setiawan.
Dengan demikian, dunia olahraga khususnya cabang sepak bola di Sumsel melalui tim Sriwijaya FC hanya dalam kurun waktu pembinaan selama satu tahun di bawah asuhan pelatihnya Rahmad Darmawan, serta mendapat dukungan ketua umumnya yang juga Gubernur Syahrial Oesman telah memboyong dua piala bergengsi. Kedua piala tersebut masing-masing gelar Copa Indonesia dan Liga Jarum Indonesia 2007, yang tentu tidak mudah untuk diulangi di masa yang akan datang. Di lapangan parkir Bumi Sriwijaya ini juga diundi kuis hasil kerja sama manajemen SFC – Sumatera Ekspres.

12 Komentar

  1. SELAMAT ATAS KEBERHASILAN SRIWIJAYA FC, KEBANGGAAN LASKAR WONG KITO😉

    YANG SUDAH BERHASIL MENJUARAI PIALA COPA & PIALA LIGA INDONESIA
    SEMOGA DAPAT MENJADI KEBANGGAAN BAGI AKU, KAMU, & KITA SEBAGAI
    KELUARGA BESAR WONG KITO GALO….

    VIVA SRIWIJAYA FC🙂

  2. Wah kalo plagiat di koran mah aku bisa…….. Tapi selamat lah buat Sriwijaya FC. Sudah mencetak sejarah baru sepakbola INDONESIA……………………………..

  3. Salam buat Sudirman Abdullan ya bang………………………………… f

  4. ini kalo mau liat fotonya……JUARA
    http://kertapati.files.wordpress.com/2008/02/sfc-syahrial-oesman-liga-copa.jpg?w=301&h=196

  5. Selamat sukses, kebanggaan baru wong kito.

  6. ha…….
    bangga nia wo kami yang merantau di JOGJA…..
    Dobel WINER…..
    KAmi Mahasiswa Jogja asli Palembang SUMSEl……

    Bangga….

    MAJU trus SRIWIJAYA FC…..
    KIBARKAN SaYAP mu
    Lihatke Ke Bangsa Indonesia TAring Wong Kito ………

    tapi dak sempet liat pawai……di Palembang…………………………

  7. Selamat Untuk Keluarga Besar Sriwijaya FC dan keluarga Besar Suporter dan simpatisan
    Se-Indonesia. Terima Kasih Pahlawan -pahlawan Negeri Sriwijaya
    Terimalah Salam dan Tanjak Sriwijaya dari kami.

    Salam Tanjak Sriwijaya

    Brusley Estrada, S.T
    Ketua Sriwijaya Mania
    Korwil Tanjak Bogor-Bekasi

  8. selamat to u for being the double winner team. this is one history for indonesia in indonesian soccer competition. I really proud to indonesian has a good and wonderfull soccer team, speacially for the coach , Mr Rahmad Darmawan, your the best. I wish you wil be the next indonesian soccer team coach and will make indonesian be a winner in asian. thanx. one again , I saaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaay…. congratulation

  9. Selamat…selamat…selamat…don’t change the winning team, rubah2x dikit ‘gak apa2x…

  10. w sneng bangeeeeeeeeet team SRUWIJAYA bisa MENANG DAUBLE WINNER bangga bangett neneeeeeee……go…go…….go sriwijaya..

  11. gak cm thn lalu, thn ini jg menang! selamat ya…..! by: cha-cha

  12. bravo sfc
    jaya lah selalu


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s