SFC JUARA SEJATI BUNG…

ligina-juara-sfc.jpg

Bandung – Kesebelasan Sriwijaya FC tampil perkasa untuk menjuarai Liga Indonesia 2007 setelah pada partai grand final sukses menekuk PSMS Medan 3-1 dalam pertarungan sengit yang berlangsung di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Minggu (10/2).
Dengan kemenangan ini, tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini mengukir sejarah baru sebagai tim peraih double-winner dalam satu musim kompetisi, dengan menyandingkan dua gelar juara yakni sebagai Juara Copa Indonesia dan Juara Liga Indonesia 2007.

Disamping memboyong Piala Presiden, sebagai pemegang supremasi tertinggi sepakbola nasional ini, Charis Yulianto dan kawan-kawan berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar 1,5 milyar rupiah. Sementara sebagai runner-up, PSMS Medan berhak atas trophy dan uang pembinaan sebesar 750 juta rupiah.

Duel partai final ‘derby-sumatera’ antara PSMS melawan Sriwijaya FC yang digelar tanpa penonton ini, berjalan menarik. Kedua tim menunjukkan permainan ofensif. PSMS yang berambisi meraih gelar setelah terakhir menjuarai kompetisi perserikatan tahun 1985, langsung tampil agresif. Di menit ke-13 peluang emas didapat PSMS ketika umpan servis dari Gustavo Chena tepat mengarah ke depan gawang Sriwijaya dan mampu disundul oleh James Koko. Sayang sundulan James Koko terlalu lemah sehingga kiper Sriwijaya Ferry Rotinsulu dengan mudah menangkap bola.

Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC unggul lebih dahulu melalui gol yang diciptakan strikernya Anorue Obiora di menit ke-15. Berawal dari umpan Zah Rahan dari sector kanan pertahanan PSMS, Obiora yang dikawal Murphy mampu melepaskan tembakan namun bola membentur kaki Murphy. Bola mental dari Murphy langsung disontek lagi oleh Obiora ke pojok kiri gawang PSMS yang gagal dihadang Markus. 1-0 untuk Sriwijaya.

Di menit ke-39 penyerang PSMS Saktiawan Sinaga nyaris menyamakan kedudukan. Dari sektor kiri pertahanan Sriwijaya, Saktiawan mampu melewati satu pemain lawan dan dari kiri gawang Sriwijaya ia melakukan placing. Sayang Ferry telah berdiri pada posisi yang tepat untuk menangkap bola.

Meski hanya bermain dengan 10 orang setelah Murphy Komunple diganjar kartu merah di menit ke-43, namun skuad ’Ayam Kinantan’, julukan PSMS, tak patah semangat untuk terus menyerang. Di menit ke-58, dari jarak 4 meter di luar kotak pinalti, Saktiawan mencoba melepaskan tendangan spekulatif ke arah gawang Sriwijaya. Bola tendangannya dengan keras meluncur ke gawang, namun Ferry dengan sigap mampu memblok bola. Selamatlah gawang Sriwijaya.

Akhirnya, di menit ke-69 PSMS mampu menyamakan kedudukan melalui James Koko Lomell. Mendapat umpan tarik dari Andreas Formento yang menguasai bola di sektor kiri pertahanan Sriwijaya, James Koko merangsek ke depan dan langsung menyambar umpan Formento untuk menjebol gawang Sriwijaya. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

Perpanjangan waktu 2×15 menit dilakukan karena setelah bermain dalam waktu normal kedua tim berbagi angka imbang 1-1.

Peluang emas di menit ke-97 didapat PSMS melalui servis bola mati setelah Chena dijatuhkan lawan di depan kotak pinalti. Chena yang melakukan eksekusi dengan cerdik menendang bola datar ke pojok kanan gawang Sriwijaya. Sayang bolanya melenceng beberapa centi saja di sisi kanan mistar, padahal kiper Sriwijaya Ferry sudah salah antisipasi.

Di menit ke-107 Kayamba mampu menjebol gawang Markus melalui sundulan jitunya. Mendapat umpan sepak pojok dari Alamsyah Nasution, Kayamba dengan cerdik menyambutnya dengan sundulannya. 2-1 untuk Sriwijaya.

5 menit menjelang akhir pertandingan, tepatnya di menit ke-115, Zah Rahan memperbesar kemenangan timnya menjadi 3-1. Gol ini diawali dari blunder yang dilakukan Markus Horison yang membantu penyerangan saat PSMS mendapat tendangan penjuru. Namun anak-anak Sriwijaya dengan cepat melakukan serangan balik yang mampu dimanfaatkan oleh Zah Rahan. Dan dengan sempurna ia melakukan placing dari jarak jauh sehingga bolanya menerobos ke gawang PSMS yang masih kosong.

Dalam duel ini, wasit Purwanto memberikan kartu kuning kepada : Wijay (Sriwijaya, menit ke-3), Renato Elias, (Sriwijaya, menit ke-11), Murphy Komunple (PSMS, menit ke-13 dan menit ke-43), Charis Yulianto (Sriwijaya, menit ke-27), Slamet Riyadi (Sriwijaya, menit ke-59), Gustavo Chena (PSMS, menit ke-63), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya, menit ke-75), Isnan Ali (Sriwijaya, menit ke-91), dan Alamsyah (Sriwijaya, menit ke-104). Kartu merah diberikan kepada Murphy Komunple (menit ke-43).

Sumber : ANTV

5 Komentar

  1. Emang jatah kito nian taon ini

  2. biso jadi memang jatah kito, tapi itu kan usaha dari skuad SFC, yg pasti itu hadiah dari yang diatas Fren….sudah takdirnyo cak itu…
    ok fren

    SFC1

  3. assalamualaikum aku nge fans nian samo yang namonyo sfc,sfc semoga dapet triple winner kalo boleh aku tau ngapo sfc kalah samo persija tapi dak papo aku yakin sfc mennnnnnang

  4. Hay sriwiyaya

  5. gjfkfjcxjfdkkcjvxkjdvjfgf


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s