SFC Cerdik, PSMS Over Confidence

(Analisis Hardimen Koto)

Menurut saya partai final yang mempertemukan PSMS Medan dan Sriwijaya FC tetap menarik dan menyajikan tontonan yang enak dilihat. Meskipun partai final ini sendiri kehilangan atmosfir layaknya sebuah pertandingan puncak. Gegap gempita yel-yel suara suporter tak ada di Stadion Jalak Harupat, tak menyurutkan semangat dari kedua tim.
Baik PSMS maupun Sriwijaya FC memperagakan permainan saling serang dan saling menekan. Menurut saya kedua tim sama-sama punya kekuatan yang merata. Tidak bisa dipungkiri, kalau Zah Rahan adalah kunci dari kemenangan Sriwijaya, penampilannya memukau dan mampu mengantarkan Sriwijaya FC sebagai juara Liga Indonesia ke XIII.

Selain Zah Rahan, tentu kekuatan yang merata dari para pemain Laskar Wong Kito menurut saya berhasil membuat PSMS frustasi menerobos daerah pertahanan mereka. Dan satu lagi kecerdikan Rahmad Darmawan saat memasang beberapa pemain pelapisnya, mampu mengecoh strategi yang diterapkan pelatih PSMS Freddy Muli.

Tapi saya kira PSMS malam ini juga tampil memukau, sayangnya Murphy Komunple terlalu ceroboh, dan melakukan hal yang menurut saya tidak perlu sehingga merugikan tim. Lihat saja, begitu dia keluar, anak-anak PSMS kelihatan sempat down harus bermain dengan sepuluh pemain.

Beruntungnya, karakter pemain Medan yang tak pernah menyerah terus berusaha bangkit. Dan saya kira masyarakat Medan harus mengucapkan terimakasih kepada James Koko Lomel, yang malam ini tampil gemilang. Gol semata wayangnya sempat menyamakan keunggulan Sriwijaya, yang diciptakan Obiora sehingga draw sampai babak kedua berakhir.

Sialnya, hasil imbang 1-1 ini membuat anak-anak Ayam Kinantan tampil over confinden, sehingga mereka sering lupa dan tidak displin menjalankan tugasnya. Markus Horisson, yang jauh meninggalkan gawangnya dan terlambat turun menjadi salah satu kegagalan PSMS sebagai juara Liga musim ini. Tapi itulah sepakbola, siapapun pemenanganya partai ini berjalan cukup fair play.****

sumber : ANTV

1 Komentar

  1. markus itu bodoh , berlagak seolah pemain barat yang hebat bisa masuk ke kandang lawan dan mendapatkan gol dari kakinya, emang dia pikir dia itu siapa ? mungkin ebosesi The Flash( judul film manusia cepat) , sifatnya yang sombong itulah yang akhirnya dia dapet ganjaranya., gw ingeet terakhir pas pemain sfc coba memasukan bola dan berhasil di halau oleh markus, dia sambil megang2 kepala nya seolah bilang”Pake Otak dong”sambil liat2 ke pemain SFC., ternyata kata2 itu buat dia sendiri yang g punya otak .,ngerasa keper terbaik tp hasilnya sombong.., menurut gw seh Fery yang layak jadi no 1 bukan si Botakk markus


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s