NONTON BARENG…TAMBAH TEGANG….

nobar.jpg
Setelah kecewa lantaran tidak diperbolehkan menyaksikan tim kebangaan mereka Sriwijaya FC melawan PSMS Medan, Minggu (10/2) di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung, akhirnya para pendukung setia Sriwijaya FC yang mengatasnamakan supporter Sriwijaya Mania SumSel, menggelar acara nonton bareng sesama pendukung Laskar Wong Kito.
Sedikitnya sekitar seribu lima ratus penonton tampak memenuhi acara nonton bareng, yang digelar di Rumah Susun Plat Mahasiswa, Jalan Radial Palembang. Menurut Syarizal, Seketaris Jenderal (Sekjen) Sriwijaya, nonton bareng ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan mereka , meski tetap karena tidak diperbolehkan menyaksikan secara langsung ke Bandung.

“Kami menggunakan layar lebar ukuran 6 x 8 meter, dan telah mendirikan tiga puluh tenda untuk jaga-jaga kalau turun hujan. Walau kami kecewa tidak bisa menonton tim kesayangan kami, tapi dukungan kami kepada tim Laskar Wong Kito tetap ada walaupun jauh di Palembang,” kata Syahrizal, Sekjen Sriwijaya Mania Sumsel, kepada antvsports.com.

Hanya satu harapan yang ada di benak publik sepak bola Sumsel, tadi malam. Sriwijaya FC (SFC) kembali membawa piala ke Bumi Sriwijaya. Satu piala yaitu Copa Indonesia III sudah dibawa, Januari lalu, jadi tinggal Piala Presiden untuk bisa dikawinkan.
Semua optimis juara, berdasarkan head to head kedua tim. Ketika kickoff, harapan itu menjadi kenyataan, itu setelah Obiora membuat SFC unggul. Ditambah lagi PSMS terpaksa bermain dengan 10 pemain, karena bek andalan Murphy Kummonple dihadiahi kartu merah oleh wasit Purwanto.
Namun harapan kembali mengambang setelah James Koko Lomel berhasil mencetak gol balasan. Sontak suasana nobar yang digeber di berbagai tempat, di antaranya Palembang, Baturaja, Muara Enim, Lahat, dan Lubuk Linggau berubah menjadi ketegangan yang membuat jantung berdebar.
Nobar di sepuluh titik di Palembang misalnya, ribuan pecandu bola berjingkrak-jingkrak ketika gol-gol nyaris menghujam ke jala Markus Horisson, atau sebaliknya nyaris melewati kiper Ferrry Rotinsulu.
Pantauan koran ini, sepuluh titik tersebut berada di BKB, lapangan parkir Bumi Sriwijaya, Pertamina Plaju, Sei Selayur Pusri, Terminal Alang-Alang Lebar, Sako, Stasiun Kertapati, Jl Merdeka, Rusun, dan Bank Sumsel A Rivai.
Di BKB, tidak kurang dari 1.000 orang memadati plaza tepian Sungai Musi tersebut. Nobar ini diselenggarakan pemprov yang bekerja sama dengan Telkomsel. Nia, salah satu warga Jl Kapten Abdulah Talang Putri, Plaju, Palembang, yang ikut nobar ternyata sangat mania dengan SFC. “Biarlah jauh Kak, kalo nonton bola rame-rame rasonyo lebih seru. Apolagi kalo SFC biso menang. Ado hadiahnyo lagi nobar di sini,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan Kandar, warga Jl Radial Lr Melati I, Palembang, yang nobar di lapangan parkir Bumi Sriwijaya, salut dengan perjuangan SFC. “Hebat SFC musim ini, pacak ke final duo kali. Tapi sayang dak biso nonton langsung, karena di Bandung sano. Tapi mudah-mudahan bae menang, jadi ado duo piala kito,” tukasnya, di antara 1.500 penonton lain yang hadir.
Suasana heboh juga terlihat di lapangan parkir Bank Sumsel A Rivai dan Rusun 24 Ilir. Pelataran parkir salah satu sponsor utama SFC itu disulap menjadi sebuah teater mini lengkap dengan big screen-nya. Tidak hanya itu, sound system yang dihadirkan pun sangat menunjang.
Direktur Utama Bank Sumsel, Asfan Fikri bersama keluarga hadir dan larut dalam ketegangan. Tak ketinggalan, karyawan dan Keluarga Besar Bank Sumsel yang hadir sangat heboh berteriak setiap Renato Elias dkk mengancam gawang PSMS.
“Ini bentuk dukungan moril Bank Sumsel pada SFC untuk merengkuh juara liga. Mudah-mudahan SFC bermain maksimal dan membawa pulang Piala Presiden,” ungkap Sugiharto, ketua panitia.
Di Rusun, nobar digelar masyarakat dan kelompok suporter Sriwijaya Mania Sumsel (SMS) yang baru tiba dari Jakarta. “Baru bae kami sampe dari Jakarta. Sayang nian dukung jauh-jauh dak taunyo ditunda dan dak jadi pulo, karena tanpa penonton. Tapi dak papolah demi SFC, di mano pun kami pacak dukung. Di sini bakal kami buat heboh,” tukas Edi Gunjing, koordinator suporter SMS.
Di Baturaja, setidaknya ada tiga titik, yaitu lapangan sepak bola A Yani, Jalan Lintas Sumatera, dan salah satu kampus A perguruan tinggi. Sebelum pertandingan dimulai, ratusan warga sudah mulai mendatangi lapangan sepak bola A Yani Baturaja. Semakin malam, penonton yang datang semakin ramai. Nobar di Lapangan A Yani diselenggarakan oleh salah satu stasiun radio lokal dengan disponsori minuman energi.
Di Lapangan A Yani tidak ada tenda besar yang disediakan bagi masyarakat. Sehingga sebagian besar penonton hanya berdiri atau duduk santai di atas sepeda motor. Di sela-sela acara khususnya istirahat, panitia menyelenggarakan permainan atau games menarik. Termasuk door prize dengan berbagai hadiah bagi masyarakat yang datang menonton.
Di Muara Enim, TV proyektor raksasa ukuran 200 inci terpampang di lapangan parkir GOR Pancasila. Nobar terselenggara berkat dukungan Toko Aneka Elektronik milik Ir Johan Ong yang bekerja sama dengan perusahaan rokok PT Djarum Kudus.
Kesediaan Toko Aneka Elektronik memberikan fasilitas nonton bersama menurut Ir Johan Ong kepada Koran ini adalah untuk membantu masyarakat agar bisa memberikan support terhadap SFC yang menjadi kesebelasan kebanggaan masyarakat Sumsel. Sedangkan mayoritas masyarakat Muara Enim juga lebih menjagokan SFC tampil sebagai juara untuk mengawinkan Piala Copa dan Ligina.
Sedangkan di Lahat, nobar dihelat di halaman Gedung Olahraga Bukit Telunjuk, yang baru diresmikan Bupati Lahat Drs H Harunata MM pekan lalu. Disponsori Djarum dan dimulai pukul 18.00 WIB.
Asisten I Pemkab Lahat Marwan Mansyur SH MM menyebutkan, nobar disaksikan jajaran muspida, segenap kepala dinas, kantor, badan, dan bagian di lingkungan Pemkab Lahat. Tak ketinggalan ratusan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru Kota Lahat. Penonton nobar melalui giant screen (layar lebar) itu juga dihibur oleh artis
“Kegiatan ini sebagai bentuk spirit olahraga dan dukungan terhadap SFC yang tengah berjuang memperebutkan penghargaan bergengsi sepak bola Indonesia. Penghargaan ini tentunya akan membawa nama Sumsel di panggung nasional karena itu kita dukung tim SFC untuk memenangkan pertandingan ini,” tukas Wakil Bupati Lahat, Zubir Ali, melalui Marwan, pengurus KONI Lahat.
Bagaimana di Lubuk Linggau? Kendati sempat diguyur hujan lebat dan membuat ribuan penonton kocar-kacir untuk menyelamatkan diri dari guyuran hujan, tidak mengurangi semarak nobar di Lapangan Merdeka.
Nobar yang dikomandoi Sekda Lubuk Linggau Drs H Joko Imam Sentosa, dan beberapa unsur muspida semakin memuncak, manakala dalam perpanjangan waktu 2×15 menit. Sebuah gol yang dicetak Kayamba, dan juga Zah Rahan, menimbulkan teriakan ramai serta sorak-sorai memecah kesunyian yang sebelumnya terjadi.
Dari pantauan koran ini, tak hanya masyarakat Lubuk Linggau saja yang menyaksikan tapi juga ada yang datang dari luar, seperti Curup Bengkulu, Kecamatan Selangit Kabupaten Mura dan beberapa kecamatan lainnya.
Umumnya masyarakat yang datang menjagokan Sriwijaya FC sebagai tim yang berpenampilan baik, serta akan merengkuh mahkota juara. Dimana banyak juga mereka yang melakukan taruhan antarteman mereka sendiri untuk mengusung Sriwijaya FC.
“Kalau kita cuma taruhan biasa saja mas. Bukan judilah, paling yang kita pertaruhkan Rp20 ribu. Kalau saya sendiri dengan teman, karena saya yang menang, malam ini makan nasi ayam gratis,” kata Rendi kepada koran ini. (*)

sumber : ANTV, Sumeks

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s