ZAH RAHAN, PEMAIN TERBAIK

sfc-zah.jpg
Zah Rahan terus saja menyebarkan senyum gembira, saat menaiki tangga kehormatan yang berada di tengah Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung. Maklum malam ini, ia baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia ke XIII.
“Saya sangat gembira, karena saya pemain hitam pertama yang bisa membawa tim juara di Liga Indonesia. Apalagi saya juga terpilih sebagai pemain terbaik dari Liberia,” kata Zah rahan sambil terus mengumbar senyum, kepada antvsports.com. Dan untuk gelar ini Zah Rahan berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 75 juta rupiah.

Partai final Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung, memang penuh dengan catatan sejarah. Selain Sriwijaya FC (SFC) yang berhasil menjadi tim pertama yang sanggup menyandingkan gelar Copa Indonesia dengan Liga Indonesia (Ligina), Zah Rahan yang juga punggawa SFC memiliki torehan sejarah tersendiri.
Pemain asal Liberia itu berhasil menyabet gelar Pemain Terbaik dalam gelaran Divisi Utama sebagai level tertinggi sepak bola Indonesia yang terakhir. Yang perlu digarisbawahi adalah Zah Rahan adalah pemain asing pertama yang sukses merengkuh gelar itu.
Sejak Ligina mulai bergulir pada pertengahan 1994 silam, gelar itu selalu jatuh pada pemain lokal. Namun, dengan kontribusinya yang sangat besar dalam tim SFC, PSSI akhirnya memilih Zah Rahan.
”Saya tentu sangat senang dengan gelar ini. Apa yang saya dapat ini adalah dari Tuhan saya berikan untuk Tuhan. Termasuk gol yang saya cetak tadi. Terima kasih PSSI yang telah memberikan gelar untuk saya,” katanya usai penyerahan gelar kemarin (10/2).
Dia lantas mengatakan bahwa gol yang diciptakannya itu pintar. Mantan pemain Persekabpas itu lantas menyamakan dengan gol George Waeh, mantan pemain AC Milan. ”Saya pikir gol saya seperti dia,” ucapnya.
Disinggung soal pertandingan yang berjalan tanpa penonton, pemain yang berposisi mengatur serangan SFC itu tidak terlalu ambil pusing. ”Ini adalah sepak bola. Saya hanya berpikir untuk main. Saya tidak ingin terpengaruh apakah ada suporter atau tidak,” cetusnya.
Sedangkan soal perkembangan sepak bola Nasional, dia mengaku sangat menikmati dan menilai Ligina terus berkembang. ”Saya pikir sepak bola di sini seperti Liga Inggris. Permainan keras. Saya suka itu,” terang pemain kelahiran 7 Maret 1986 itu.

Sedangkan untuk gelar Pencetak Gol Terbanyak sudah pasti diraih striker Persik Kediri, Christian Gonzalez, yang telah membukukan 32 gol. Gelar top skorer musim ini menjadikannya sebagai pemain yang sukses tiga kali berturut-turut mempertahankan gelar top skorer tersebut, yang juga ia raih di musim 2005 dan 2006. Gonzales berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp 50 juta rupiah.

Sementara itu tim fair play berhasil diraih tim Persipura Jayapura. Hal ini tentu saja disambut gembira pelatih tim Mutiara Hitam, Raja Isa. “Alhamdulilah tim kami terpilih sebagai tim fair play, meskipun kami gagal juara, tapi kami masih bisa membawa gelar sebagai tim ter fair play,” kata raja Isa.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s