SFC Double Winner….

Awas, Faktor Nonteknis!teknis, sangat tidak diragukan Laskar Wong Kito—julukan SFC—bakal meraih gelar prestasius tersebut. Namun secara nonteknis, apalagi hadangan yang akan menghadapi adalah “tim kontroversi” Persija di babak semifinal, memunculkan berbagai keraguan.
Bukan bermaksud menuduh Macan Kemayoran—julukan Persija—lolos dengan tidak fair. Namun kejadian dibabak delapan besar lalu patut dijadikan contoh. Saat itu dua partai terakhir yang dilakoni Bambang Pamungkas dkk penuh dengan kontroversi.
Ketika melawan Deltras dipartai kedua, sang kiper Evgeny Khamaruk yang dihukum 1 kali larangan bermain, karena melakukan tindakan tidak terpuji ketika lawan Persik di pertandingan perdana tiba-tiba tampil.
Parahnya, pelatih Sergei Dubrovin yang juga dihukum 2 tahun tidak boleh berkecimpung di Liga Indonesia, memasuki ruang ganti seperti “tanpa dosa” pada jedah babak pertama. Alhasil Persija unggul 1-0 via gol Aliyuddin dan memperbesar peluang lolos ke Senayan.
Anehnya, ketika dikonfirmasi ke Komisi Disiplin (komdis) yang awalnya tegas menghukum Arema atas kasus Aremania justru mentah. Komdis seperti berdiam diri atas pembangkangan yang dilakukan Persija.
Begitu juga dengan pertandingan penentuan, yang disinyalir “main mata” dengan Persipura. Padahal, Mutiara Hitam—julukan Persipura—merupakan tim yang tampil paling atraktif di dua pertandingan sebelumnya. Deltras dihajar 4-0 dan Persik 4-1, tapi ketika lawan tim asal ibu kota seperti mati angin dan tampil sekadar saja.0
Selain itu, tim besutan Isman Jasulmei ini punya bintang di setiap lini. Seperti duet striker superlicin Aliyuddin-Bambang Pamungkas, palang pintu Abanda Herman, playmaker Roberto Pugliara dan winger Ismed Sofyan serta Atep menjadi jaminan kesuksesan. Apalagi di babak semifinal nanti, “pemain ke-12” yaitu suporter The Jak Mania bakal memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno.
“Persija memang tim yang kuat. Pemain dan manajemennya bagus. Begitu juga dengan dukungan suporternya. Namun, melihat konsistensi yang ditunjukkan tim kita selama ini, insya Allah kita mampu mengatasinya,” ungkap manajer SFC, HMC Bariyadi, kemarin (28/1).
Optimisme tinggi memang sedang menghinggapi SFC. Gelar Raja Baru Copa semakin membuat percaya diri. Itu juga yang semakin membentuk mental juara Laskar Sriwijaya sehingga mampu mempertahankan bentuk permainan yang stabil. Selain itu, tentu dukungan manajemen yang perfect dan pelatih Rahmad Darmawan tentunya.
“Tidak bisa dipungkiri, faktor nonteknis pasti ada. Tapi, harus bisa kita atasi dengan cara mengunggulinya dengan teknis,” lanjut Bariyadi. Itu artinya tim kebanggaan Sumsel harus mampu mengungguli semua kualitas Macan Kemayoran di atas lapangan. Mampukah SFC?
Faktor Rahmad Darmawan, yang merupakan eks arsitek Persija dan juga Charis Yulianto menentukan. Kok bisa? Ya, Rahmad sedikit banyak mengetahui jeroan Macan Kemayoran dan juga Charis yang pernah berbaju orange. Apalagi saat kekalahan 2-4 lalu, SFC tidak diperkuat Charis karena istirahat persiapan Timnas menghadapi Borussia Dortmund. Itupun SFC tampil bagus dan duluan membukukan gol melalui Benben Berlian.
“Bahannya bagus, olahannya bagus, tempatnya bagus, tinggal ridho Allah Swt yang menentukan. Doakan saja kita bisa mengatasi Persija,” tukas pengusaha asal Sleman mengomentari kualitas SFC saat ini.

Sumber : Sumeks

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s